«

Apr 26

Sistem Injeksi Bahan Bakar pada motor Suzuki Shogun 125 Hyper Injection

Pada saat ini banyak produsen  kendaraan bermotor khususnya roda dua (sepeda motor) makin berlomba–lomba untuk menampilkan produk terbaik mereka khususnya dalam hal efisiensi bahan bakar dengan sistem injeksi bahan bakarnya

Demikian juga dengan pabrikan Suzuki yang juga pernah menghadirkan sistem injeksi bahan bakar pada Shogun 125 FI pada tahun 2008. Padahal, dari hasil perbandingan yang dimuat di harian Kompas, Otomotif dan berbagai media lainnya Shogun 125 FI lebih unggul dari system injeksinya, fitur, kestabilan motor itu sendiri dan di klaim lebih irit 1 km dibanding kompetitor lain pada jamannya serta ramah lingkungan dan perawatan yang lebih mudah.

Sistem injeksi pada Shogun 125 FI (Shogun FI) menggunakan sistem injeksi Discharge Pump (DCP) di mana pompa bensin menyatu dengan injector tidak ditempatkan terpisah di tangki bahan bakar seperti system injeksi konvensional.

Perbedaan antara sistem injeksi Suzuki dengan sistem injeksi pada merek lain adalah terletak pada sistem fuel injeksi/sistem penyaluran bahan bakar. New Shogun 125 FI menganut sistem discharge pump (DCP) dan motor injeksi lain menerapkan konvensional fuel injection. Prinsip kerja sistem discharge pump (DCP) fuel injection dengan sistem konvensional fuel ijection hanya pada pengiriman bahan bakar dari tangki bensin ke injector yang berbeda, konvensional FI memisahkan antara injector, fuel pump dan regulator sedangkan Dischage pump (DCP) fuel injection mengabungkan injector, fuel pump dan regulator menjadi satu membuat aliran bensin dari fuel tank tidak memerlukan tekanan yang terlalu besar untuk masuk ke fuel pump, regulator dan diteruskan ke injector dan meringankan kerja fuel pump.

Karena posisi pompa berada di injector maka posisi tangki harus selalu berada diatas agar bensin dapat mengalir berdasarkan gaya gravitasi untuk mensuplai bahan bakar ke discharge pump. Dan jika diperlukan penggantian pada injector atau pompa maka harus dilakukan secara Assy.

Secara umum fitur sistem injeksi pada Shogun 125 FI sama, termasuk jika sepeda motor berada pada kemiringan tertentu/terjatuh secara otomatis mesin akan mati. Tip over sensor (TO) adalah sensor untuk mendeteksi kemiringan dari kendaraan dimana sensor ini dipasang agar kendaraan yang kemiringannya 65° pada saat terjatuh akan memberikan sinyal ke ECM tidak lebih dari 2 detik setelah ECM menerima sinyal akan mematikan fungsi fuel injector dan pengapian sehingga motor dalam keadaan mati untuk keselamatan pengendara. Untuk menghidupkan kembali sepeda motor, posisikan kunci kontak ke OFF kemudian ON dan sepeda motor sudah dapat dioperasikan kembali dengan normal.

Fitur lain seperti sensor oksigen berfungsi mengontrol emisi gas buang sehingga mesin dengan sistem injeksi akan mengeluarkan emisi gas buang lebih rendah dan ramah lingkungan.

Sistem ini juga dilengkapi dengan Engine Temperature Sensor (ET) yang ditempatkan di bagian kanan silinder blok. Pada suhu dingin secara otomatis ECM akan memberikan sinyal kepada injector untuk meyemprotkan bahan bakar sebanyak yang diperlukan, sehingga pada kondisi dingin mesin tetap akan mudah untuk dihidupkan.

Berikut ini adalah bagan dari system Fuel Injection pada Shogun 125 FI . Nampak ada komponen Discharge Pump (DCP).

Berikut ini adalah gambar sistem injeksi bahan bakar Suzuki EPI dan Suzuki DCP-FI.

Berikut ini adalah gambar sistem injeksi bahan bakar konvensional. Pada gambar tersebut nampak injector biasa, bukan DCP (Discharge Pump)

Sistem Injeisi Bahan Bakar Konvensional

Shogun 125 FI merupakan awal dari teknologi injeksi yang diterapkan di Indonesia untuk kendaraan roda dua, walaupun pada waktu itu belum banyak masyarakat mengenal system injeksi sepeda motor, tetapi Suzuki sudah membuktikannya dengan Shogun 125 Hyper Injection.

Mari kita tunggu perbandingan antara teknologi injeksi dari Suzuki ini dibandingkan dengan teknologi injeksi dari Honda. Menurut daftar harga motor terbaru, Suzuki belum mengeluarkan model injeksi sedangkan Honda sudah membanjiri pasar dengan berbagai model motor injeksi (PGM-FI)

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>